Connect with us

Internasional

Hamdan Ballal, Sutradara Film No Other Land, Dibebaskan Usai Ditahan Militer Israel

Sutradara film No Other Land, Hamdan Ballal kini dibebaskan setelah sempat ditahan militer Israel.

Logompn

Published

on

Hamdan ballal, sutradara film no other land, dibebaskan usai ditahan militer israel
Hamdan Ballal, sutradara No Other Land, dibebaskan setelah mengalami penahanan oleh militer Israel. Gambar : AP/Léo Corrêa

MPN Indonesia 27 Maret 2025 - Hamdan Ballal, salah satu sutradara film dokumenter No Other Land, telah dibebaskan setelah sempat ditahan oleh militer Israel. 

Sebelumnya, Ballal dilaporkan hilang setelah insiden yang melibatkan sekelompok pemukim Israel di Desa Susiya, wilayah Masafer Yatta, pada Senin malam (24/3).

Rekannya, Yuval Abraham, yang juga merupakan sutradara No Other Land, mengonfirmasi pembebasan Ballal melalui unggahan di media sosial X. 

“Hamdan Ballal sudah bebas dan akan segera pulang ke keluarganya,” tulis Yuval Abraham dari X pribadinya, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (27/3).

Kronologi Penahanan dan Kekerasan yang Dialami Ballal

Sebelum ditahan, Hamdan Ballal mengalami kekerasan. Yuval Abraham melaporkan bahwa Ballal menderita luka di kepala dan perut akibat pemukulan oleh pemukim Israel. 

Setelah itu, Ballal disebut dikeluarkan secara paksa dari ambulans oleh tentara Israel dan dibawa ke pangkalan militer tanpa informasi jelas mengenai keberadaannya.

Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari laporan kelompok aktivis Center for Jewish Nonviolence, bentrokan bermula ketika warga setempat meminta seorang pemukim Israel meninggalkan desa. 

Tak lama kemudian, puluhan pemukim lainnya datang, beberapa di antaranya mengenakan penutup wajah dan membawa senjata tajam serta senapan. 

Mereka merusak rumah-rumah warga, menghancurkan tangki air, serta mencuri kamera pengawas.

Namun, militer Israel memberikan keterangan berbeda. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut konflik bermula ketika sejumlah warga Palestina melempar batu ke arah pemukim Israel dan merusak kendaraan mereka. 

Baca Juga:  Iran Kirim Rudal ke Israel, Marah Lebanon Diserang

IDF mengklaim bahwa pasukan mereka juga menjadi sasaran lemparan batu saat mencoba meredakan situasi.

Dukungan dan Petisi untuk Pembebasan Hamdan Ballal

Setelah Hamdan Ballal ditahan, komunitas film global segera menggalang dukungan untuk pembebasannya. Sebuah petisi di Change.org berhasil mengumpulkan lebih dari 3.700 tanda tangan. 

Petisi tersebut menyoroti bahwa perlakuan terhadap Ballal merupakan ancaman terhadap kebebasan berekspresi, hak asasi manusia, serta kebebasan berbicara.

“Kami mendesak intervensi segera untuk menjamin keselamatan Ballal, pembebasan segera, akses kepada keluarganya, dan penasihat hukumnya,” bunyi pernyataan dalam petisi tersebut.

Sejumlah sineas ternama, termasuk Roger Ross Williams, Alex Gibney, Liz Garbus, dan Ezra Edelman, ikut menandatangani petisi ini.

Pengacara Lea Tsemel, yang mewakili tiga warga Palestina yang ditahan, mengonfirmasi bahwa kliennya akan segera dibebaskan. Ia juga menyebut bahwa mereka dituduh melempar batu ke arah seorang pemukim Israel, tuduhan yang dibantah oleh pihaknya.

Film No Other Land dan Dampaknya

No Other Land adalah film dokumenter yang menggambarkan realitas pengusiran paksa warga Palestina di Masafer Yatta. 

Film ini menampilkan kisah persahabatan antara Adra, seorang warga Palestina, dan Abraham, seorang jurnalis Israel, yang bekerja sama mendokumentasikan kejadian tersebut dari 2019 hingga 2023.

Film ini pertama kali tayang di Festival Film Berlin 2024 dan memenangkan penghargaan Juri Dokumenter serta Penghargaan Penonton Terbaik. 

No Other Land juga meraih penghargaan Dokumenter Terbaik di Academy Awards ke-97 pada 2 Maret 2025.

Meskipun mendapat pengakuan luas di berbagai festival film, film ini belum memiliki distributor di Amerika Serikat. 

Para pembuat film akhirnya memutuskan untuk merilisnya secara independen di New York City pada 31 Januari dan di Los Angeles pada 7 Februari.

Baca Juga:  430 Jenis Makanan Dilarang Israel Masuk ke Gaza, Mulai dari Susu hingga Buah

(ADN/NID/RAD)

Trending