Connect with us

Lifestyle

Simak! Ini 9 Efek Samping Konsumsi Kafein secara Berlebih

Ini dia 9 efek samping yang bisa kamu rasakan saat mengonsumsi kafein melebihi dosis harian.

Logompn

Published

on

Simak! ini 9 efek samping konsumsi kafein secara berlebih
9 Efek Samping Konsumsi Kafein secara Berlebih | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 21 Juli 2025 - Kafein merupakan zat stimulan yang kerap dijumpai dalam kopi, teh, dan berbagai minuman energi.

Meskipun dikenal dapat meningkatkan suasana hati, metabolisme, serta performa mental dan fisik, konsumsi kafein secara berlebih terbukti dapat memicu berbagai gangguan kesehatan fisik.

Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa konsumsi kafein hingga 400 mg per hari umumnya aman bagi kebanyakan orang. Namun, dosis tinggi di atas angka tersebut dapat menimbulkan efek samping yang tidak menyenangkan hingga berbahaya.

Efek negatif dari kafein dalam jumlah besar juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Beberapa individu dapat mengonsumsi lebih banyak kafein tanpa mengalami gangguan, sementara sebagian lainnya mungkin merasakan dampak negatif meski hanya mengonsumsi dosis moderat.

Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan, terutama bagi individu yang tidak terbiasa dengan kafein, karena efeknya dapat muncul lebih cepat.

Berikut ini sembilan efek samping utama akibat konsumsi kafein berlebih, yang berpotensi mengganggu kesehatan fisik.

1. Kecemasan

Kafein diketahui dapat memblokir adenosin, zat kimia otak yang menimbulkan rasa kantuk, dan memicu pelepasan adrenalin yang meningkatkan kewaspadaan.

Namun, jika dikonsumsi dengan dosis tinggi, efek ini dapat menjadi terlalu kuat sehingga menimbulkan kecemasan dan kegelisahan.

Caffeine-induced anxiety disorder bahkan tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) oleh American Psychiatric Association.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa konsumsi kafein sebanyak 1.000 mg per hari atau lebih bisa menyebabkan kegelisahan dan gejala serupa pada sebagian besar orang.

Baca Juga:  Benarkah Makin Merah Kerokan, Makin Parah Masuk Angin? Begini Faktanya

2. Gangguan Tidur (Insomnia)

Kafein sering kali dikonsumsi orang-orang untuk terhindar dari rasa kantuk dan membuat mereka tetap terajaga. Namun, kafein yang dikonsumsi dalam jumlah tinggi justru dapat mengganggu kualitas tidur.

Melansir laman Healthline, sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi kafein meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk tertidur dan mengurangi durasi tidur total.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah dan waktu konsumsi kafein agar tidak mengganggu pola tidur.

3. Gangguan Pencernaan

Selain mencegah rasa kantuk, kafein juga bisa membantu merangsang pelepasan hormon gastrin dari lambung yang mempercepat aktivitas usus besar. Ini bisa membantu orang-orang untuk melancarkan buang air besar.

Oleh karena itu, jika kafein dikonsumsi dalam jumlah besar maka dapat menyebabkan diare pada beberapa orang.

Healthline menyebut, efek ini juga bisa terjadi pada kopi tanpa kafein. Jika mengalami gangguan pencernaan, maka mengurangi konsumsi kafein dapat menjadi solusi.

4. Kerusakan Otot (Rhabdomyolysis)

Rhabdomyolysis adalah sebuah kondisi di mana serat otot yang rusak masuk ke dalam aliran darah sehingga berisiko menyebabkan gagal ginjal.

Biasanya disebabkan karena trauma, infeksi, penyalahgunaan obat, ketegangan otot, serta gigitan ular berbisa atau serangga.

Selain itu, meski jarang terjadi, Healthline dalam situsnya menyebut beberapa kasus rhabdomyolysis telah dilaporkan akibat konsumsi kafein secara berlebih.

5. Ketergantungan

Kafein tidak menyebabkan kecanduan seperti kokain atau amfetamin, namun dapat memicu ketergantungan fisik maupun psikologis jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi secara rutin.

Orang yang terbiasa mengonsumsi kafein dalam jumlah besar kemungkinan akan mengalami ketergantungan terhadap efek stimulan tersebut.

6. Tekanan Darah Tinggi

Meski tidak terlihat berisiko terhadap penyakit jantung atau stroke, sebuah artikel yang dirilis di laman Harvard Health Publishing menyebut bahwa kafein terbukti meningkatkan tekanan darah karena efek stimulasinya terhadap sistem saraf.

Baca Juga:  9 Tips yang Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Meskipun dampaknya bersifat sementara, kenaikan tekanan darah tetap menjadi faktor risiko serangan jantung dan stroke. Efek ini bisa sangat berdampak pada orang-orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein.

7. Peningkatan Detak Jantung

Masih melansir sumber yang sama, efek stimulan dari kafein dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat.

Tak hanya itu, sebuah penelitian yang dipublikasi di PubMed Central, menyebut bahwa perubahan irama detak jantung, atau dalam istilah medis fibrilasi atrium, bisa terjadi pada seseorang yang mengonsumsi minuman kafein dengan dosis tinggi.

8. Kelelahan

Meskipun kafein dikenal bisa meningkatkan energi, efek sebaliknya justru dapat terjadi setelah kadar kafein dalam tubuh menurun, menyebabkan kelelahan yang melambung.

Sebuah penelitian menemukan, minuman energi berkafein memang meningkatkan kewaspadaan, namun menyebabkan kelelahan lebih besar di hari berikutnya.

9. Sering Buang Air Kecil

Kafein memiliki efek stimulan pada kandung kemih, menyebabkan peningkatan frekuensi dan keinginan untuk buang air kecil.

Masih dikutip dari Healthline, sebuah studi tahun 2024 menunjukkan bahwa konsumsi teh lebih dari 481 gram per hari berkaitan dengan peningkatan risiko overactive bladder (OAB), kondisi yang ditandai dengan gejala seperti ingin buang air kecil secara tiba-tiba dan sulit ditahan, tipe basah.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending