Internasional
Israel Diduga Bayar Google Rp740 M untuk Sangkal Bencana Kelaparan di Gaza
Israel dilaporkan menandatangani kontrak senilai Rp740 miliar dengan Google untuk kampanye digital mengaburkan krisis kemanusiaan di Gaza.
MPN Indonesia 8 September 2025 - Pemerintah Israel dilaporkan menandatangani kontrak senilai USD45 juta, atau sekitar Rp740 miliar, dengan Google untuk menjalankan kampanye digital mengaburkan krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
Informasi ini pertama kali diungkap dalam laporan Drop Site News pada Rabu (3/9), seperti dikutip MPN Indonesia dari Anadolu.
Kontrak Enam Bulan
Kontrak tersebut ditandatangani pada akhir Juni lalu, dengan masa berlaku enam bulan.
Dalam laporan disebutkan bahwa Google, termasuk layanan YouTube dan platform Display & Video 360, dianggap sebagai “entitas kunci” dalam mendukung strategi hubungan masyarakat pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Dokumen yang diklaim sebagai kontrak resmi pemerintah menyebut kampanye ini sebagai bagian dari inisiatif “hasbara”, yaitu istilah dalam bahasa Ibrani yang kerap diterjemahkan sebagai propaganda.
Kampanye dimulai tidak lama setelah Israel menghentikan pasokan makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Gaza pada 2 Maret.
Pernyataan Pejabat Israel
Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, Avichai Edrei, menanggapi bahwa pemerintah memang sedang menyiapkan kampanye digital untuk menyampaikan pesan bahwa tidak ada kelaparan di Gaza.
“Kita juga dapat memutuskan untuk meluncurkan kampanye digital dalam konteks ini, untuk menjelaskan bahwa tidak ada kelaparan dan menyajikan datanya,” kata dia.
Sejak saat itu, video kampanye dari Kementerian Luar Negeri Israel mulai disebarkan secara masif di platform YouTube.
Salah satu video menyatakan bahwa ada makanan di Gaza dan menyebut klaim kelaparan sebagai “kebohongan”.
Gaza Dilanda Kelaparan
Sementara itu, situasi di Gaza terus menunjukkan kondisi yang memburuk. Pada Selasa (2/9), Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa 185 orang meninggal akibat kelaparan selama Agustus.
Dari jumlah tersebut, 12 orang merupakan anak-anak. Angka ini menjadi catatan bulanan tertinggi sejak konflik antara Israel dan Palestina dimulai hampir dua tahun lalu.
Selain itu, laporan juga mencatat lebih dari 43.000 anak Palestina di bawah usia lima tahun mengalami malnutrisi serta sekitar 55.000 ibu hamil dan menyusui juga terdampak.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
