Connect with us

Lifestyle

WNA Polandia Meninggal usai Diet Buah, Ini Jenis Diet Ekstrem yang Perlu Dihindari!

Warga Polandia, Karolina Krzyzak, meninggal di Bali akibat diet fruitarian ekstrem. Kasus ini jadi peringatan bahaya diet tanpa pengawasan medis.

Logompn

Published

on

Wna polandia meninggal usai diet buah, ini jenis diet ekstrem yang perlu dihindari!
Ilustrasi Diet Frutarian. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 Oktober 2025 - Seorang warga negara Polandia bernama Karolina Krzyzak (27) ditemukan meninggal dunia di kamar hotelnya di Sumberkima Hill, Bali, pada akhir 2024.

Menurut laporan The Sun pada Rabu (1/10), penyebab kematian Karolina adalah malnutrisi akibat diet fruitarian, pola makan yang hanya memperbolehkan konsumsi buah-buahan mentah.

Sebelum meninggal, berat badan Karolina dilaporkan hanya sekitar 22 kilogram. Ia juga sudah kesulitan berjalan dan menopang tubuhnya sendiri.

Staf hotel menyebut sejak kedatangannya, Karolina hanya meminta disajikan buah-buahan dan menolak semua saran untuk mencari bantuan medis meski kondisinya terus memburuk.

Tiga hari setelah menginap, seorang temannya di Bali menghubungi pihak hotel karena tidak mendapat kabar darinya. Saat kamar diperiksa, Karolina ditemukan sudah tak bernyawa.

Riwayat Gangguan Makan dan Kondisi Fisik Memburuk

Kasus ini menarik perhatian luas karena Karolina diketahui memiliki riwayat gangguan makan anoreksia sejak remaja.

Kombinasi gangguan tersebut dan diet ekstrem yang dijalaninya memperburuk kondisi tubuh hingga menyebabkan osteoporosis dan defisiensi albumin.

Sebelum meninggal, kondisi fisiknya menunjukkan tanda-tanda malnutrisi berat seperti kuku menguning dan gigi membusuk.

“Diet ini tidak sehat karena kekurangan banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh kita untuk berfungsi optimal, seperti protein, zat besi, vitamin B12, kalsium, dan vitamin D,” jelas ahli diet Keri Gans, dikutip MPN Indonesia dari Today, Selasa (14/10).

Baca Juga:  Kenapa Nafsu Makan Naik Jelang Menstruasi? Ini Penjelasan Medis!

Jenis Diet Ekstrem yang Berisiko Bagi Kesehatan

Kasus Karolina menjadi contoh nyata bagaimana pola makan ekstrem dapat berdampak fatal bagi kesehatan fisik.

Berikut beberapa jenis diet ekstrem yang dapat membahayakan tubuh jika dijalankan tanpa pengawasan medis.

1. Diet Fruitarian

Diet ini hanya memperbolehkan konsumsi buah-buahan mentah.

Meski terlihat alami, diet ini menyebabkan kekurangan protein, zat besi, vitamin B12, kalsium, dan vitamin D.

Menurut Cleveland Clinic, pelaku diet buah berisiko mengalami anemia, kelelahan, gangguan kekebalan tubuh, dan kerapuhan tulang (osteoporosis).

2. Diet Paleo

Pola ini meniru gaya makan manusia purba dengan menghindari biji-bijian, susu, dan makanan olahan.

Versi ekstrem seperti raw paleo meningkatkan risiko penyakit akibat bakteri, kekurangan kalsium, dan penyakit jantung karena tingginya konsumsi lemak jenuh.

Kekurangan serat dan vitamin B juga dapat menyebabkan sembelit dan kelelahan.

3. Diet Keto

Diet keto membatasi asupan karbohidrat di bawah 50 gram per hari dan meningkatkan konsumsi lemak.

Awalnya dibuat untuk pasien epilepsi, namun jika dilakukan tanpa pengawasan, dapat menyebabkan nyeri kepala, mual, gangguan pencernaan, dehidrasi, serta penyusutan massa otot.

Dalam jangka panjang, risiko batu ginjal, kekurangan nutrisi, dan penyakit jantung meningkat.

4. Diet Sup Kol

Diet ini membatasi konsumsi hanya pada sup kol selama tujuh hari.

Karena sangat rendah kalori, tubuh kekurangan zat besi, protein, serta vitamin penting, yang dapat memicu malnutrisi, anemia, dan penurunan berat badan yang tidak stabil.

5. Diet Lemonade

Dalam pola ini, seseorang hanya minum air lemon, air garam, dan teh herbal laksatif selama sekitar 10 hari.

Diet ini berbahaya karena menyebabkan kekurangan gizi dan dehidrasi tanpa bukti ilmiah mengenai manfaat detoksifikasi yang dijanjikan.

Baca Juga:  Kasus Gagal Ginjal pada Anak Muda Meningkat, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!

6. Diet 500 Kalori

Program ini membatasi asupan hanya 500 kalori per hari, jauh di bawah kebutuhan normal orang dewasa sekitar 2.000 kalori.

Kekurangan kalori ekstrem dapat menimbulkan kelemahan, anemia, gangguan metabolisme, bahkan kematian bila tanpa pengawasan medis.

7. Diet Cacing Pita

Salah satu diet paling ekstrem ini melibatkan penelanan pil berisi cacing pita agar cacing menyerap makanan dalam tubuh.

Praktik ini berbahaya karena dapat menyebabkan infeksi usus, kerusakan organ, dan kematian.

8. Diet Bebas Gluten Sembarangan

Diet bebas gluten seharusnya hanya dilakukan oleh penderita penyakit celiac atau intoleransi gluten.

Jika dilakukan tanpa alasan medis, tubuh kehilangan serat, vitamin B, zat besi, dan magnesium dari biji-bijian.

Banyak produk bebas gluten di pasaran justru mengandung gula dan natrium tinggi yang dapat memicu tekanan darah tinggi dan penambahan berat badan.

Peringatan Penting bagi Pelaku Diet

Kasus Karolina Krzyzak menjadi pengingat bahwa diet ekstrem tidak hanya menurunkan kesehatan fisik, tetapi juga dapat berujung fatal akibat malnutrisi.

Setiap program diet sebaiknya dijalankan dengan pengawasan profesional medis agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi dan tidak menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending