Connect with us

Lifestyle

Benarkah Stres Bisa Naikkan Gula Darah? Ini Penjelasan Medisnya

Stres dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu komplikasi, terutama pada penderita diabetes. Kenali penyebab, risiko, gejala, hingga penanganannya.

Logompn

Published

on

Benarkah stres bisa naikkan gula darah ini penjelasan medisnya
Ilustrasi Cek Gula Darah. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 11 Desember 2025 - Stres memiliki dampak signifikan terhadap regulasi gula darah.

Ketika stres terjadi, tubuh melepaskan hormon stres yang mengganggu kestabilan insulin dan mendorong kenaikan gula darah.

Dikutip MPN Indonesia dari situs verywellmind.com, kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi penderita diabetes maupun pradiabetes.

Stres tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga proses penting dalam tubuh.

Saat hormon stres dilepas, kadar insulin dapat menurun sehingga gula darah meningkat.

Lonjakan ini bisa menjadi serius, terutama pada mereka yang memiliki gangguan metabolisme.

Dampak Stres terhadap Kadar Gula Darah

Kenaikan gula darah bukan hanya disebabkan konsumsi gula atau karbohidrat berlebih.

Faktor lain seperti dehidrasi, paparan panas, kebiasaan melewatkan makan, hingga kurang tidur juga berperan.

Dalam kondisi stres, tubuh mengaktifkan stress response dan melepaskan hormon kortisol.

Kortisol memengaruhi sistem kekebalan, metabolisme, dan respons peradangan. Kadar stres tinggi dapat menyebabkan:

  • Meningkatnya kortisol
  • Kenaikan glukosa darah
  • Hambatan pelepasan insulin
  • Penurunan sensitivitas tubuh terhadap insulin
  • Resistensi insulin

Kebiasaan tidak sehat, seperti pola makan sembarangan atau tidur tidak teratur, dapat memperburuk kondisi ini.

Faktor Risiko Stres terhadap Gula Darah

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko gangguan regulasi gula darah akibat stres antara lain:

  • Riwayat depresi
  • Stres kerja berkepanjangan
  • Pengalaman hidup penuh tekanan sejak dini
  • Kebiasaan merespons stres dengan makan berlebihan, kurang olahraga, atau tidak rutin mengonsumsi obat diabetes
Baca Juga:  Ini Tips Jaga Kesehatan agar Puasa Lancar selama Ramadan

Komplikasi pada Penderita Diabetes

Stres yang tidak terkelola dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Kesulitan mengatur tekanan darah
  • Meningkatnya risiko gangguan jantung
  • Gangguan rutinitas pengelolaan gula darah
  • Detak jantung naik
  • Tekanan darah melonjak
  • Kelelahan hingga depresi

Gejala akibat lonjakan ini dapat berupa kelelahan, kecemasan, rasa tidak nyaman, dan depresi.

Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Penderita diabetes dianjurkan segera mencari pertolongan medis jika mengalami:

  • Jantung berdebar dan napas cepat
  • Mulut dan kulit kering
  • Rasa haus berlebihan atau buang air kecil meningkat
  • Napas berbau buah
  • Kulit memerah
  • Mual, muntah, dan nyeri perut
  • Sakit kepala
  • Nyeri atau kekakuan otot

Diagnosis Stres dan Diabetes

Stres biasanya tidak didiagnosis secara medis kecuali sudah kronis dan menimbulkan gangguan seperti:

  • Acute stress disorder (terjadi dalam 1 bulan pertama setelah peristiwa traumatis)
  • PTSD (gejala menetap lebih dari 1 bulan setelah kejadian traumatis)

Diagnosis diabetes dilakukan melalui pemeriksaan:

  • Tes toleransi glukosa oral
  • Tes glukosa plasma acak
  • Tes glukosa plasma puasa
  • Tes A1c

Penanganan untuk Menstabilkan Stres dan Gula Darah

Pengelolaan stres dan gula darah dapat dilakukan secara bersamaan melalui perawatan medis dan perubahan gaya hidup.

Pengelolaan diabetes:

  • Pemberian insulin
  • Pemantauan gula darah
  • Diet rendah gula dan karbohidrat, tinggi protein, serat, dan lemak sehat
  • Penurunan berat badan bila diperlukan
  • Berhenti merokok
  • Pemantauan tekanan darah dan kolesterol

Penanganan stres:

Terapi yang umum digunakan meliputi:

  • Cognitive behavioral therapy (CBT)
  • Interpersonal therapy
  • Dialectical behavioral therapy (DBT)
  • Terapi psikodinamik
  • EMDR

Perubahan Gaya Hidup yang Direkomendasikan

Beberapa langkah untuk membantu menurunkan stres sekaligus menjaga kestabilan gula darah:

  • Tidur cukup
  • Minum air yang cukup
  • Konsumsi makanan utuh secara teratur
  • Relaksasi
  • Meditasi atau mindfulness
  • Menghindari alkohol dan rokok
  • Aktivitas fisik rutin
  • Memberi waktu istirahat bagi kesehatan mental
  • Belajar berkata tidak saat kewalahan
Baca Juga:  Minum Obat Lalu Ngopi, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasannya!

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending