Connect with us

Internasional

Israel Deportasi Empat Aktivis yang Bawa Bantuan untuk Gaza lewat Laut

Israel mendeportasi Greta Thunberg, sehari setelah Israel gagalkan upaya pengiriman bantuan ke Gaza.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 11t100849.565
Aktivis asal Swedia Greta Thunberg saat berada di kapal yang bawa bantuan untuk Gaza | Gambar: Ig/@gretathunberg

MPN Indonesia 11 Juni 2025 - Israel mendeportasi aktivis Swedia Greta Thunberg pada Selasa (10/6), sehari setelah Angkatan Laut Israel menggagalkan upaya kelompok pro-Palestina untuk mengirimkan bantuan ke Gaza lewat jalur laut.

Thunberg bersama 11 aktivis lain yang tergabung dalam misi kemanusiaan menggunakan kapal kecil mencoba menembus blokade laut lama yang diberlakukan Israel terhadap Gaza. Namun dalam perjalanan kapal mereka disita dan seluruh awak kapal dibawa ke Israel.

Empat Aktivis Dideportasi, Delapan Lainnya Ditahan

Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, sebanyak empat aktivis, termasuk Thunberg, setuju untuk langsung dideportasi.

Sementara itu, delapan aktivis lainnya, termasuk anggota Parlemen Eropa asal Prancis Rima Hassan, memilih menolak perintah deportasi dan kini ditahan di dekat Bandara Tel Aviv sambil menunggu sidang pengadilan mengenai status hukum mereka.

“Kami adalah 12 relawan damai yang berlayar di kapal sipil membawa bantuan kemanusiaan di perairan internasional. Kami tidak melanggar hukum. Kami tidak melakukan kesalahan,” ujar Thunberg kepada wartawan setibanya di Paris.

Thunberg juga menuduh Israel melakukan pelanggaran hukum internasional dan kejahatan perang karena mencegah bantuan masuk ke Gaza yang saat ini menghadapi ancaman kelaparan.

“(Ada) pelanggaran terus-menerus terhadap hukum internasional dan kejahatan perang yang secara sistematis dilakukan Israel terhadap warga Palestina dengan tidak membiarkan bantuan mencapai orang-orang yang kelaparan,” ucap aktivis berusia 22 tahun itu.

Blokade Israel atas Gaza

Israel memberlakukan blokade darat, udara, dan laut yang ketat terhadap Gaza sejak Hamas mengambil alih Gaza pada 2007.

Blokade ini diperketat lagi setelah serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023 yang menyebabkan lebih dari 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera menurut data Israel.

Baca Juga:  Viral! Warga Israel Punya KTP Cianjur, Bupati: Itu Palsu

Dalam ofensif balasan, pasukan Israel telah menewaskan hampir 55.000 warga Palestina, berdasarkan laporan pejabat kesehatan Gaza.

Pihak Israel beralasan bahwa blokade laut ditujukan untuk mencegah pengiriman senjata ke Hamas.

Namun, Thunberg dan para aktivis berargumen bahwa misi mereka murni untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

“Kami membawa bantuan kemanusiaan, bukan senjata,” tegas Thunberg.

Menurut Thunberg, kapal besar yang semestinya membawa lebih banyak kargo bantuan sebelumnya telah dinonaktifkan di Laut Mediterania oleh drone yang diduga dioperasikan oleh Israel.

Respons Pemerintah Israel

Kementerian Luar Negeri Israel menyebut misi laut ke Gaza sebagai aksi propaganda pro-Hamas.

“Greta dan teman-temannya membawa sejumlah kecil bantuan di kapal pesohor mereka. Itu tidak membantu warga Gaza. Ini hanya aksi konyol,” ujar Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.

Lebih lanjut, Saar mengatakan bahwa barang-barang bantuan yang ada di kapal tersebut akan disalurkan ke Gaza melalui “saluran kemanusiaan yang sebenarnya”.

Saat ini, Israel hanya mengizinkan pasokan makanan terbatas ke Gaza, yang sebagian besar didistribusikan oleh kelompok swasta yang didukung Israel.

(ADN/NID/RAD)

Trending