Internasional
Trump Ngamuk ke Media yang Sebut AS Gagal Hancurkan Nuklir Iran
Donald Trump mengecam CNN dan The New York Times atas pemberitaan serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Iran.
MPN Indonesia 26 Juni 2025 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam CNN dan The New York Times atas pemberitaan terkait serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Iran.
Trump menuding media tersebut menyebarkan laporan yang menurutnya meremehkan dampak serangan yang dilancarkan AS.
Ia menuduh kedua media tersebut mencoba merusak citra pilot Amerika yang terlibat dalam misi tersebut.
Laporan The New York Times
Trump mempersoalkan laporan yang mengutip penilaian awal dari Defense Intelligence Agency (DIA) Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa serangan ke tiga situs nuklir Iran pada Sabtu lalu hanya menghentikan program nuklir Iran selama beberapa bulan.
The New York Times melaporkan bahwa pernyataan Trump yang mengatakan fasilitas nuklir Iran telah “dihancurkan total” adalah pernyataan berlebihan.
Tak lama setelah laporan itu diterbitkan, Trump membantah melalui media sosial dan menegaskan bahwa situs-situs nuklir Iran telah sepenuhnya dihancurkan.
“Mereka mencoba meremehkan kerja luar biasa yang dilakukan pilot B-2 kami, dan mereka salah melakukannya. Para reporter ini adalah orang-orang buruk dan sakit,” kata Trunp, dikutip MPN Indonesia dari The Republic.
Trump Minta Reporter CNN Dipecat
Trump juga meminta agar CNN memecat reporter Natasha Bertrand karena dianggap menyebarkan berita palsu.
“Saya menonton dia selama tiga hari menyebarkan berita palsu,” tulis Trump.
“Dia harus segera ditegur, lalu dikeluarkan ‘seperti anjing’,” imbuhnya.
Sementara itu, CNN membela Bertrand dan menyatakan laporan mereka berdasarkan penilaian awal yang dapat berubah dengan informasi intelijen tambahan.
“Kami tidak percaya pantas untuk mengkritik reporter CNN yang secara akurat melaporkan keberadaan penilaian itu dan menggambarkan temuannya dengan tepat,” ujar CNN dalam pernyataan resmi.
Media vs Trump
The New York Times menjelaskan bahwa Trump sebelumnya menyebut laporan mereka sebagai berita palsu.
Namun, pejabat administrasi Trump dan tim keamanan nasional kemudian mengakui bahwa laporan tersebut memang berasal dari Defense Intelligence Agency.
“Jadi, pernyataan mereka yang palsu, bukan laporan Times,” kata Juru bicara The New York Times, Charles Stadtlander.
Ia menegaskan bahwa media akan terus melaporkan secara lengkap tentang proses pengambilan keputusan di pemerintahan, termasuk perdebatan presiden dengan Defense Intelligence Agency.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
