Connect with us

Lifestyle

Kenapa Pemeriksaan Viral Load HIV Sangat Penting? Ini Penjelasannya

Pemeriksaan viral load HIV jadi komponen vital dalam upaya menjaga kesehatan seksual.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 26t120459.750
Kenapa Pemeriksaan Viral Load HIV Sangat Penting? | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 27 April 2025 - Pemeriksaan viral load HIV menjadi komponen vital dalam upaya menjaga kesehatan seksual dan pengendalian penyakit menular di Indonesia.

Dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur jumlah virus dalam darah orang dengan HIV (ODHIV) atau AIDS.

Apa Itu Pemeriksaan Viral Load HIV?

Pemeriksaan viral load HIV adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak virus HIV yang terdapat dalam darah seseorang.

Menurut Kemenkes, hasil pemeriksaan ini digunakan untuk memantau efektivitas pengobatan ARV serta untuk mencegah potensi penularan lebih lanjut dalam upaya pengendalian penyakit menular.

Proses pemeriksaan ini diawali dengan ODHIV yang datang ke fasilitas layanan kesehatan tempat pengambilan obat ARV.

Dokter kemudian akan memberikan formulir permintaan pemeriksaan VL HIV. Setelah itu, ODHIV diarahkan ke ruang laboratorium untuk pengambilan sampel darah.

Setelah sampel darah diambil, pasien diperbolehkan pulang dan hasil akan diinformasikan pada kunjungan rutin berikutnya atau lebih awal jika diperlukan.

Selain melakukan pemeriksaan di fasilitas tempat biasa berobat, ODHIV juga memiliki opsi untuk memeriksakan viral load HIV di luar fasilitas tersebut dengan meminta surat rujukan laboratorium dari layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) atau tempat biasa mengambil obat ARV.

Kapan Pemeriksaan Viral Load HIV Dilakukan?

Pemeriksaan viral load HIV dijadwalkan secara berkala untuk memastikan efektivitas terapi ARV dan mendeteksi kemungkinan kegagalan terapi sejak dini.

Menurut Kemenkes, tahapan pemeriksaan ini dilakukan pada bulan ke-6 dan bulan ke-12 setelah memulai pengobatan ARV, serta secara rutin satu kali setiap tahun.

Baca Juga:  Kemenkes Ungkap Lebih dari 23 Ribu Orang Indonesia Terkena Sifilis

Pemeriksaan juga akan dilakukan apabila dokter mencurigai adanya kegagalan terapi ARV atau pada kasus khusus seperti ibu hamil dengan HIV untuk menentukan metode persalinan yang paling aman.

Memahami Hasil Pemeriksaan Viral Load HIV

Hasil dari pemeriksaan viral load HIV menjadi parameter penting dalam menentukan langkah medis selanjutnya.

Jika hasil menunjukkan ≤ 50 kopi virus per ml darah, maka kategori viral load dinyatakan “tidak terdeteksi.” Ini berarti pengobatan ARV berhasil menekan virus hingga level yang sangat rendah, yang secara signifikan menurunkan risiko penularan HIV kepada orang lain.

Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan > 50 kopi virus per ml darah, maka hasil masuk dalam kategori “terdeteksi”.

Dalam kasus ini, dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap regimen pengobatan pasien untuk memastikan keberlanjutan pengendalian infeksi.

Meskipun jumlah virus HIV sudah mencapai ≤ 50 kopi virus per ml darah, ODHIV tetap diwajibkan untuk melanjutkan konsumsi obat ARV secara rutin.

(ADN/NID/RAD)

Trending