Lifestyle
Marak Kasus Keracunan Makanan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya!
Lonjakan kasus keracunan makanan belakangan menimbulkan kekhawatiran, ayo kenali gejala dan cara mengatasinya!
MPN Indonesia 20 September 2025 - Lonjakan kasus keracunan makanan belakangan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan fisik masyarakat.
Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, atau zat kimia berbahaya.
Meski umumnya tidak berakibat fatal, kondisi ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan serius, terutama pada anak-anak dan bayi yang lebih rentan terhadap dampaknya.
Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala dan cara mengatasinya agar mendapat penanganan yang tepat!
Gejala Keracunan Makanan
Gejala keracunan makanan bisa muncul dalam waktu cepat atau tertunda hingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Menurut informasi dari laman Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), gejala umum yang sering muncul dari kondisi ini antara lain mual, muntah, diare. Namun, dalam kasus yang lebih parah, kondisi ini bisa ditandai dengan demam di atas 39°C
Berbagai gejala dapat muncul akibat keracunan makanan, tergantung jenis kontaminan dan kondisi fisik individu. Berikut adalah gejala umum keracunan makanan:
- Mual dan muntah
- Diare dengan tinja encer atau berair
- Kram atau nyeri perut
- Demam
- Sakit kepala
- Tubuh terasa lemah
- Kurang nafsu makan
- Perut kencang
- Kelelahan
Dalam kondisi parah, dapat muncul gejala tambahan seperti demam dengan suhu di atas 39°C, sulit berbicara, hingga terdapat darah dalam urine (hematuria).
Terkait waktu munculnya gejala ini sangat bervariasi. Jika disebabkan bakteri Staphylococcus aureus maka gejala akan muncul dalam 30 menit hingga 6 jam. Sementara bakteri dari Salmonella biasanya menimbulkan gejala dalam 12–72 jam setelah terpapar.
Penyebab Keracunan Makanan
Menurut RSPP, kondisi keracunan makanan dapat disebabkan oleh kontaminasi dari berbagai sumber, di antaranya:
- Bakteri seperti Salmonella, E. coli, Listeria, Staphylococcus aureus yang sering menyebabkan keracunan makanan.
- Virus seperti Norovirus dan Hepatitis A.
- Parasit seperti cacing dan amuba.
- Toksin alami dari jamur dan ikan tertentu, seperti ikan buntal.
- Kontaminasi kimia seperti pestisida atau bahan kimia berlebih pada makanan.
Makanan yang umumnya terkontaminasi hal-hal di atas biasanya meliputi makanan mentah seperti ikan, telur, buah, dan sayuran yang tidak dicuci bersih atau tidak dimasak sempurna.
Cara Mengatasi Keracunan Makanan
Tindak penanganan pertama yang tepat sangat penting saat menghadapi kasus keracunan agar kondisi tak semakin memburuk.
Meski sebagian besar kasus keracunan makanan sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan khusus. Namun, beberapa langkah berikut dianjurkan:
- Minum banyak cairan seperti air putih, oralit, atau air kelapa
- Konsumsi makanan ringan seperti nasi, roti, sop bening, dan pisang
- Hindari makanan berlemak dan pedas
- Hindari minuman berkafein dan alkohol
- Istirahat yang cukup
- Gunakan obat pereda gejala seperti paracetamol, sesuai anjuran dokter.
Umumnya, pengidap dianjurkan memperbanyak konsumsi cairan dan beristirahat. Namun, jika gejala tidak membaik dalam 24 jam atau disertai gejala berat, makan penanganan medis harus segera dilakukan.
Tips Terhindar dari Keracunan Makanan
Untuk menghindari keracunan, penting menerapkan pola konsumsi makanan yang higienis. Adapun langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan, mulai dari mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan, masak makanan hingga matang sempurna.
Simpan makanan pada suhu yang tepat, memisahkan makanan mentah dan matang, mencuci buah dan sayuran dengan bersih, dan menghindari makanan kedaluwarsa.
Menjaga kebersihan dapur dan perlengkapan masak juga penting sebagai langkah menjaga kesehatan dari risiko keracunan makanan.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
