Connect with us

Lifestyle

Hati-Hati! Waktu Sarapan Ternyata Bisa Berpengaruh ke Gula Darah

Sarapan memang penting, tapi tahukah kamu bahwa jam sarapan juga bisa memengaruhi kadar gula darah?

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 27t154705.999
Hati-Hati! Waktu Sarapan Ternyata Bisa Berpengaruh ke Gula Darah | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 29 Juni 2025 - Sarapan memang penting, tapi tahukah kamu bahwa jam sarapan juga bisa memengaruhi kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes tipe 2?

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Diabetes & Metabolic Syndrome: Clinical Research & Reviews menunjukkan bahwa waktu sarapan bisa berdampak besar terhadap kadar gula darah setelah makan (postprandial glycemia).

Peneliti menemukan bahwa sarapan yang dikonsumsi pukul 09.30 pagi atau pukul 12 siang bisa menurunkan lonjakan gula darah setelah makan dibandingkan dengan sarapan pukul 07.00 pagi.

Studi Dilakukan Selama Enam Minggu

Penelitian ini merupakan uji coba terkontrol acak dengan metode randomized crossover yang berlangsung selama enam minggu.

Sebanyak 14 orang dewasa dilibatkan, namun hanya 11 yang memenuhi syarat hingga akhir dan dianalisis secara final.

Para partisipan merupakan warga Australia berusia 30–70 tahun dengan diagnosis diabetes tipe 2 secara klinis (HbA1c ≥6.5 – <10%).

Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan waktu sarapan: pukul 07.00 (pagi), 09.30 (pertengahan pagi), dan 12.00 (siang).

Mereka juga diminta untuk melakukan jalan cepat selama 20 menit setelah 30–60 menit menyantap sarapan.

Hasilnya, kelompok yang sarapan pada pukul 09.30 dan 12.00 menunjukkan penurunan kadar gula darah setelah makan dibandingkan kelompok yang sarapan pukul 07.00.

Penurunan masing-masing tercatat sebesar 57 mmol/L×2h dan 41 mmol/L×2h.

Salah satu alasan mengapa sarapan lebih pagi cenderung memicu lonjakan gula darah adalah karena adanya puncak hormon kortisol sekitar pukul 08.00 serta fenomena “Dawn Phenomenon”—yakni peningkatan gula darah alami yang terjadi setelah bangun tidur.

Inilah sebabnya, intervensi untuk mengurangi lonjakan gula darah pagi hari dinilai penting bagi manajemen gula darah harian penderita diabetes.

Baca Juga:  Makanan Anda Bisa Menjadi Penyebab Asam Lambung Naik, Ketahui Apa yang Harus Dihindari

Apa Artinya bagi Penderita Diabetes?

Penelitian ini menjadi bukti kuat yang menyoroti pengaruh waktu sarapan terhadap regulasi kadar gula darah setelah makan bagi orang dengan diabetes tipe 2.

Menurut para peneliti, sarapan yang dilakukan lebih siang dapat menjadi strategi praktis dan non-invasif untuk membantu pengelolaan gula darah harian.

Hal ini sangat penting, mengingat diabetes tipe 2 merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh dalam mengatur sekresi insulin dengan baik.

Akibatnya, muncul gangguan pada sistem imun, peredaran darah, hingga saraf.

Diperkirakan satu dari sembilan orang dewasa di dunia (sekitar 643 juta jiwa) akan menderita diabetes tipe 2 pada 2030.

Maka, selain pola makan dan aktivitas fisik, waktu dalam menerapkan gaya hidup sehat juga menjadi faktor penting.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending