Connect with us

Lifestyle

7 Cara Ampuh Redakan Stres Buat Kamu yang Baru Putus Cinta

Putus cinta bisa memicu stres dan krisis identitas. Simak 7 cara efektif mengatasi patah hati menurut pakar agar kesehatan mental tetap terjaga.

Logompn

Published

on

7 cara ampuh redakan stres buat kamu yang baru putus cinta
Ilustrasi Pria Stres Akibat Putus Cinta. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Agustus 2025 - Putus cinta seringkali menimbulkan dampak emosional, terutama stres.

Para ahli memberikan sejumlah tips untuk membantu meredakan tekanan psikologis yang muncul pasca berakhirnya hubungan asmara.

Putus cinta dapat memicu berbagai reaksi emosional, seperti perasaan hampa, kehilangan arah, hingga stres berat yang mengganggu rutinitas.

Berdasarkan studi Northwestern University (2010), putus cinta dapat menyebabkan krisis identitas, terlebih jika hubungan asmara tersebut dijalani dengan serius.

Krisis ini timbul karena individu harus kembali membangun hidupnya dari awal setelah kehilangan.

Sheri Meyers, terapis pernikahan dan penulis buku Chatting or Cheating, menyatakan bahwa fase bersedih setelah putus cinta umumnya diwarnai oleh perasaan ditinggalkan, rasa takut akan masa depan, hingga kekecewaan yang mendalam.

“Meski hubungan itu tidak sempurna, tetap saja Anda harus memulai kembali dari nol,” ujar Sheri Meyers, dikutip MPN Indonesia dari Huffpost, Senin (25/8).

7 Cara Ampuh Meredakan Stres Setelah Putus Cinta

Untuk mengatasi kondisi tersebut, terdapat tujuh langkah yang efektif agar kamu tidak stres.

1. Validasi Perasaan

Menghindari emosi secara naluriah terasa lebih mudah, namun menurut para ahli, menekan perasaan justru memperpanjang proses pemulihan.

Salah satu metode yang disarankan adalah menulis jurnal, bercerita kepada sahabat, atau berkonsultasi dengan terapis.

Meyers menjelaskan, “Kalau ingin menangis, menangislah. Menahan emosi hanya akan membuat kamu tumpul atau takut membuka hati lagi.”

Menyampaikan perasaan secara terbuka membantu menyusun ulang pikiran dan mempercepat proses penyembuhan.

Baca Juga:  Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Kamu Donor Darah

2. Jaga Kesehatan

Beberapa orang terdorong menjalani breakup diet demi terlihat lebih baik di mata mantan pasangan.

Namun, pola makan ekstrem bisa berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental.

Sebaliknya, penting untuk memilih makanan bergizi yang kaya serat, protein, dan vitamin.

Meyers menyarankan untuk tidak menggunakan makanan cepat saji sebagai pelarian karena jenis makanan tersebut dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol dalam tubuh.

Menjaga pola makan sehat menjadi kunci dalam menjaga energi dan kestabilan suasana hati.

3. Rutin Olahraga

Olahraga terbukti efektif dalam meredakan stres karena membantu tubuh memproduksi endorfin, hormon yang meningkatkan mood secara alami.

Aktivitas seperti jalan pagi, bersepeda, yoga, atau sekadar berjalan kaki dapat membantu mengalihkan pikiran dari kesedihan.

“Setelah putus cinta, kecenderungan kita adalah berdiam diri. Padahal, bergerak justru kebalikannya, yaitu memberi energi dan membantu kita keluar dari rasa iba pada diri sendiri,” jelas Meyers.

Olahraga juga memberikan manfaat langsung terhadap kesehatan fisik dan meningkatkan kualitas tidur.

4. Ingat hal-hal positif dalam hidup

Saat kehilangan terjadi, fokus seseorang biasanya tertuju pada hal-hal yang telah tiada, hingga melupakan hal positif yang masih dimiliki. Dalam kondisi ini, latihan rasa syukur menjadi penting.

Menurut Meyers, menulis daftar rasa syukur setiap hari mampu membantu menggeser perspektif menjadi lebih positif.

Ia menyatakan, “Dengan melatih rasa syukur, perlahan-lahan rasa sakit tidak lagi terasa begitu menguasai.”

Strategi ini membantu memperkuat identitas diri dan mempercepat pemulihan emosional.

5. Lakukan Hobi

Meskipun sulit, memaksa diri untuk melakukan aktivitas menyenangkan merupakan bagian dari proses pemulihan.

Aktivitas ini bisa meliputi menonton film komedi, berkumpul dengan teman, atau mencoba hobi baru.

Baca Juga:  Manfaat dan Tips Pemanasan Sebelum Lari agar Tubuh Siap Beraktivitas

Meyers mengatakan, “Tertawa membantu mempercepat penyembuhan, baik secara emosional maupun fisik.”

Kegiatan yang menyenangkan merangsang produksi hormon bahagia dan membantu membangun kembali keseimbangan emosional.

6. Jangan Obsesif terhadap Mantan

Mengulang kenangan masa lalu adalah hal yang umum terjadi pasca putus cinta.

Namun, jika dilakukan secara berlebihan, hal ini bisa menghambat proses pemulihan.

Meyers menyarankan penerapan obsession diet, yaitu memberikan waktu lima menit setiap jam untuk memikirkan mantan, kemudian berhenti hingga waktu berikutnya.

“Kebiasaan ini membantu kita menyadari bahwa pikiran bisa dikendalikan, sekaligus mengurangi dorongan untuk terus-menerus terjebak dalam kenangan,” ungkap Meyers.

Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran diri agar pikiran tidak terjebak dalam lingkaran emosi negatif.

7. Melampiaskan Energi dengan Kegiatan Positif

Melakukan kebaikan untuk orang lain terbukti mampu meningkatkan kebahagiaan pribadi.

Aktivitas seperti membantu teman, menjadi relawan, atau sekadar berbuat baik sederhana dapat memberikan dampak positif bagi pemulihan emosional.

Meyers menjelaskan, “Dengan memberi, kamu menyalurkan energi cinta yang dulu diberikan pada pasangan. Itu memberikan rasa berdaya dan membuka hati kembali.”

Memberi juga memperluas koneksi sosial yang dapat memperkuat perasaan diterima dan dihargai.

Tips ini dapat membantu seseorang membangun kembali identitas dirinya usai putus cinta.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending